Tampilan Gedung Dengan Desain Fasad Inovatif Di Dunia

pemasangan acp- Beberapa pegiat arsitektur dunia memilih untuk merancang bangunan yang lebih mengutamakan sisi fungsional pada gedung. Pada dasarnya,  Arsitek memang turut bertanggung jawab terhadap konsumsi cahaya pada bangunan yang dirancang. Hal ini berati seorang arsitek, perlu memperhatikan keadaan shading dari pada sebuah bangunan, baik pencahayaan alami maupun ventilasi untuk penghawaan alami.

Sistem shading pada sebuah  gedung biasanya disesuaikan dengan fasad gedung itu sendiri. Fasad merupakan tampak depan pada suatu bangunan. Desain fasad sangatlah penting karena dapat menunjang penampilan dari keseluruhan itu sendiri.  Model fasad  biasanya disesuaikan dengan iklim di daerah itu sendiri.

Fasad bangunan yang ditambahkan dengan shading dapat menghalangi panas matahari yang masuk ke dalam bangunan. Saat ini desain fasad sangat unik dan beragam. Di belahan dunia terdapat desain fasad yang unik dan bahkan bisa bergerak dengan sendirinya yang disebabkan oleh bentuk jendela yang memiliki gerak buka tutup berariasi sehigga menimbulkan pemandangan yang tak biasa.

Fasad bangunan memang didesain bukan tanpa fungsi. Pergerakan buka tutup pada jendela merupakan hasil dari penyesuaian sensor sistem shading yang ada pada jendela telah dibuat secara  otomatis. Sebagai informasi sistem shading bangunan terhadap matahari memungkinkan jendela menyesuaikan dengan intensitas cahaya dan panas matahari dari luar.

 

Fasad pada umumnya adalah bersifat diam, namun berbeda  dengan beberapa gedung yang memiliki desain inovatif berikut ini :

 

  1. Gedung Universitas Kolding , Denmark

universitas kolding

Arsitek Henning  Larsen,berinovasi dengan merancang sebuah bangunan yang dengan fasad yang bisa bergerak dengan sendirinya. Fasad didesain dalam bentuk segitiga sama kaki, dilengkapi dengan sejumlah lubang kecil yang mengisi permukaannya. Adanya sensor monitor cahaya yang disematkan padas fasad  menimbulkan pemandangan tersendiri , karena sekalipun fasad itu bergerak menutup, beberapa cahaya terlihat dapat  masuk keruangan.

 

 

 

 

  1. Cayan Tower, Dubai

cayan tower

Gedung yang merupakan sebuah hunian vertikal yang memiliki 80 lantai. Gedung yang memiliki ketinggian 306,4 meter ini memilik fitur unik dimana setiap lantainya dapat berputar 1,2 derajat searah jarum jam dari lantai paling dasar. Gedung hasil karya konsultan arsitektur Skidmore Owings & Merril, terinsipirasi dari gerakan arah mata angin, yakni angin darat dan angin laut yang sesuai dengan lokasi gedung ini.

 

 

  1. Galery of Olson Kundig , Los Altos

olson kundig

Berbeda dengan gedung sebelumya, Arsitek Tom Kundig merancang sebuah galeri yang terletak di Los Altos, yag dilengkapi dengan desain fasad yang bisa bergerak keatas maupun ke bawah. Menariknya dinding yang terbuat dari perpaduan kaca dan besi pada bangunan ini dapat ditarik ke atas, atau diturunkan kebawah dengan menggunakan kantrol.  Pada bagian kaca, ketika katrol diangkat, akan terkesan lebih luas karena menyatu dengan area luar gedung.

 

 

  1. Kiefer Technic Showroom, Steiermark, Austria

Kiefer Technic Showroom

Bangunan yang merupakan kantor sekaligus ruang pamer  ini dirancang dengan fasad dan sisi luar bangunan yang memiliki keunikan tersendiri.  Fasad pada bangunan dapat membuka atau menutup sesuai dengan kondisi cuaca. Jika suhu didalam ruangan terlalu dingin ,maka secara otomatis panel fasad akan terbuka dengan sendirinya sehingga sinar matahari diluar dapat masuk kedalam ruangan. Desain hemat energi pada bangunan ini didukung oleh 112 panel.

Artikel Terkait : Harga Pemasangan ACP Pada Hunian

Dari beberapa bangunan yang sudah dijelaskan diatas, hampir semua bangunan memanfaatkan alumunium composite panel sebagai material  yang mendukung sistem shading pada bangunan.

Anda tertarik memiliki fasad seperti ini? Desain fasad unik dan menarik bisa anda dapatkan dengan menggunakan material panel dengan kualitas yang terjamin. Anda bisa memilih produk beserta pemasangan acp dengan mengakses www.kencanapanelindo.com sekarang juga.